Tapak Tilas Adventure: Jalur Pendakian
Showing posts with label Jalur Pendakian. Show all posts
Showing posts with label Jalur Pendakian. Show all posts

3/15/2020

Jalur Pendakian Gunung Cikuray via Pemancar (Cilawu)

Gunung Cikuray
Gunung Cikuray

Gunung Cikuray merupakan salah satu gunung terpopuler di kalangan para pendaki, khusunya mereka yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat. Ia adalah bagian dari trio gunung kebanggaan Kabupaten Garut, bersama Gunung Papandayan dan Gunung Guntur, tiga gunung tersebut biasa disebut dengan singkatan Paguci. Papandayan, Guntur dan Cikuray.

Ketinggian Puncak Gunung Cikuray mencapai 2.821 mdpl, merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Garut dan berada di urutan ke-4 dalam barisan gunung-gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung satu ini juga dikenal memiliki track pendakian yang sulit dilalui, memiliki beberapa tanjakan sadis dan suhu udara di sana terbilang sangat rendah, dan udaranya dingin.

Jalur pendakian gunung Cikuray via Pemancar adalah jalur yang paling umum dilalui oleh para pendaki, pasalnya track pada jalur satu ini dikenal sebagai yang paling ramah di antara lainnya, serta paling gampang dalam urusan trasportasi. Landainya jalur berpengaruh pada panjangnya track, waktu yang dibutuhkan untuk mancapai puncak, relatif lebih lama dari jalur-jalur lainnya, pada umumnya, para pendaki menghabiskan 8 jam perjalanan untuk sampai di puncak.

Transportasi menuju gerbang pendakian bisa kalian mulai dengan tujuan awal adalah terminal Guntur, setelahnya perjalanan dilanjutkan dengan angkot 06, jurusan Cilawu, hingga berhenti di Pertigaan Genteng, kemudian dilanjutkan dengan naik ojek menuju gerbang pendakian via Pemancar, dengan tarif sekitar Rp. 35.000.

Berikut adalah rute perjalanan menuju Puncak Cikuray via Pemancar :

POS I: Pos Registrasi

Di pos ini, terdapat tempat registrasi dengan tiket masuk seharga Rp. 15.000,- per orangnya. Di sekitar area ini terdapat beberapa warung makan dan sumber air yang mengucur deras dari saluran pipa. lamanya perjalanan menuju pos 1, sekitar 30 menit.

POS II

Pos ini berupa lahan datar yang cukup luas untuk beristirahat hanya untuk mendirikan sekitar 2 camp. Lama pendakian dari Pos 1 ke Pos 2 sekitar 30 menit.

POS III

Pos 3 ini berupa lahan luas yang bisa digunakan untuk mendirikan beberapa tenda dan lokasi ini cocok untuk camp. untuk menuju Pos 3 ini didominasi akar-akar pepohonan. Waktu yang ditempuh lumayan cukup lama sekitar 170 menit.

POS IV

Pos 4 berada di ketinggian 2.050 mdpl, lahan di pos 4 ini lebih sempit dibandingkan pos 3, tapi masih bisa dipakai untuk mendirikan tenda. Lama pendakian dari pos 3 ke pos 4 sekitar 50 menit.

POS V

Pos 5 ini berupa tanjakan yang dipenuhi akar-akar dan pepohonan, pos 5 ini berada diketinggian 2.275 mdpl. perjalanan dari pos 4 ke pos 5 cukup singkat sekitar 30 menit.

POS VI

Pos 6 ini berada diketinggian 2.550 mdpl dan disekitar pos 6 ini terdapat beberapa tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda. dari pos 5 ke pos 6 kalian akan menemukan trek yang menanjak dan masih berupa trek tanah yang didominasi akar-akar dan pepohonan. untuk menuju pos 6 ini membutuhkan waktu kurang lebih 35 menit.

POS VII

Pos 7 adalah lokasi camp area yang sangat cocok untuk menanti sunrise di Puncak Gunung Cikuray karena lokasinya dan dekat dengan puncak. pos 6 ke pos 7 kalian akan melalui trek yang sempit dan disepanjang jalur akan ada petunjuk arah ke jalur pemancar dan ke Dangiang. untuk menuju pos 7 ini membutuhkan waktu sekitar 65 menit.

PUNCAK GUNUNG CIKURAY

Dari pos 7 menuju ke puncak, vegetasi mulai terbuka pertanda sudah sampai di Puncak Gunung Cikuray. Puncak Gunung Cikuray berupa lahan datar yang tidak cukup luas namun beberapa pendaki kadang camp di puncak walaupun sudah ada peringatan untuk dilarang camp di puncak utama. oh iya di puncak kalian akan menemukan sebuah bangunan berukuran 2,5x2,5 meter yang menjadi pertanda Puncak Gunung Cikuray yang berbentuk kerucut sempurna di depan Gunung Papandayan. Untuk menuju ke Puncak Gunung Cikuray membutuhkan waktu 20 menit dari pos 7.

Nah itu estimasi perjalanan pendakian menuju ke Puncak Gunung Cikuray, jika kalian ingin mendaki Gunung Cikuray ini persiapkan fisik dan mental kalian ya ..

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

2/02/2020

Jalur Pendakian Gunung Cikuray via Bayongbong

Pendakian gunung Cikuray via Bayongbong adalah pendakian cikuray dengan jalur terberat. Banyak dari para pendaki yang mengakui bahwa jalur Bayongbong memang berat dengan treknya curam dan terjal. Namun begitu jalur Bayongbong adalah jalur terpendek ketimbang dua jalur cikuray lainnya.
Gunung Cikuray
Gunung Cikuray


Jalur Bayongbong terletak di kecamatan Bayongbong, kabupaten Garut.

Akses menuju basecamp pendakian tidaklah sulit. Daerah kaki gunung Cikuray sudah cukup dikenal bagi kalangan masyarakat Garut. Untuk menuju ke basecamp para pendaki bisa mengandalkan moda transportasi angkot maupun ojek. Kebanyakan dari sopir atau tukang ojek sudah paham betul aksesnya.

TRANSPORTASI DAN ESTIMASI BIAYA

  • Dari arah jawa timur/jawa tengah dsb bisa menggunakan kereta api lalu turun di Bandung (Stasiun Kiara condong).
  • Kiara condong Bandung – lanjut angkot/bis/elf ke Garut (sekitar 25rb)
  • Turun di terminal Guntur (Garut) – menuju basecamp Bayongbong dengan ojek (sekitar 15rb) atau sewa angkot jika rombongan
  • Dari jabodetabek bisa menggunakan GPS. Petunjuk nanti sangat mudah karena memang Byongbong sudah populer, atau lebih mudahnya cek lokasi dulu di Garut via GPS

Gunung Cikuray adalah gunung tertinggi keempat di jawa barat. Gunung ini memiliki ketinggian sedang yakni 2.821 mdpl (meter di atas permukaan laut). Bagi para pendaki maupun wisatawan dari daerah jawa barat, maupun ibu kota Jakarta, Gunung Cikuray sudah sangat terkenal dan menjadi objek pendakian yang menyenangkan. Sekain aksesnya mudah, ketinggiannya juga sedang dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mendakinya.

BASECAMP BAYONGBONG

Pos pendaftaran via Bayongbong. Tiket masuk sebesar Rp 10.000

MEMULAI PENDAKIAN

Basecamp/pos 1 – Pos 2 Paparete (1 jam)

Awal pendakian kita akan melewati jalur ladang warga. Pemandangan sejuk nan indah akan kita jumpai.

Pos 2 – Pos 3 Kandang bagong (2 jam)

Pos 3 – Pos 4 Chatell (30 menit)

Pos 4 – Pos 5 Plesetan (1 jam)

Pos 5 – Pos 6 Sanghyang bengkonang (45 menit)

Pos 6 – Puncak Cikuray (30 menit)


Total pendakian sekitar 6 jam. Dan perjalanan turun gunung ambil kurang 50% nya jadi sekitar 3 jam. Kebanyakan para pendaki memilih puncak cikuray sebagai tempat mendirikan tenda. Di sekitar puncak banyak spot kosong dan pohon yang bisa untuk mendirikan tenda. Biasanya pendaki mendirikan tenda dan paginya langsung menikmati sunset dari puncak tanpa harus mendaki lagi.

Yang unik, di puncak tak jarang ada yang jualan (stiker, suvenir dll). Terdapat pula bangunan dari semen yang dinamakan shelter cikuray (2821 mdpl) yang dianggap juga sebagai patok penanda puncak di gunung Cikuray.

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

8/17/2019

Jalur Pendakian Gunung Salak Via Pasir Reungit

Gunung Salak
Melakukan pendakian gunung bukanlah sebuah lifestyle yang semua orang bisa lakukan. Mendaki memang sangat mudah, tapi esensi dan prosesnya, nggak semua orang bisa mencapainya. Ya, karena nggak semua orang bisa memahami apa yang nggak boleh dan dilarang ketika mendaki. Pengetahuan yang kurang soal gunung yang akan didaki, justru akan membahayakan dirimu sendiri serta rombonganmu.

Gunung Salak memiliki banyak puncak di antaranya puncak Salak 1 dengan ketinggian 2.211 mdpl. Gunung Salak sejak jaman dahulu sudah sering dikunjungi oleh para pejiarah, dahulu terdapat patung pemujaan di puncak gunung Salak. Terdapat juga makam Embah Gunung Salak yang sering dikunjungi para pejiarah.

Kawasan mistis Gunung Salak menyimpan setidaknya 40 (empat puluh) makam para raja kuno yang berusia hingga ratusan tahun. Selain makam keramat, ada juga petilasan suci yang tersebar di berbagai titik, termasuk petilasan Prabu Siliwangi sendiri. Petilasan tersebut berada di kaki Gunung Salak. Saking keramatnya, warga setempat meyakini bahwa tidak seorang pun boleh melewati kawasan tersebut. Apalagi dengan membawa rasa angkuh dan kesombongan.

Walaupun tidak terlalu tinggi, namun jalur pendakian di gunung Salak tergolong memiliki tingkat kesusahan yang cukup, baik karena medannya yang curam, hutannya yang lebat atau karena kondisi jalur yang sukar untuk dilintasi. Untuk sampai di puncaknya, setidaknya ada 4 jalur pendakian yang bisa kalian pilih, berikut adalah uraian tentang masing-masing jalur pendakian di gunung Salak.

Jalur Pendakian Gunung Salak Via Pasir Reungit

Untuk menuju ke Pasir Reungit dari stasiun Bogor naik mobil angkot jurusan Bebulak. Kemudian dari terminal Bebulak disambung dengan mobil jurusan Leuwiliang, turun di simpang Cibatok. Dari Cibatok disambung lagi dengan mobil angkutan pedesaan ke Gunung Picung atau Bumi Perkemahan Gunung Bunder yang berakhir di Pasir Reungit.

Untuk menuju puncak gunung Salak I jalur ini merupakan jalur terpanjang karena harus memutar dan melintasi Kawah Ratu. Jalur pendakian dari Pasir Reungit  ini untuk menuju ke Kawah Ratu memiliki medan menanjak dan berbatu melewati air terjun.

Di rute ini dapat dijumpai dua kawah berukuran kecil, yakni Kawah Monyet dan Kawah Anjing. Pada musim hujan beberapa bagian medannya berubah menjadi saluran air alami. Di sekitar Desa Pasir Reungit terdapat perkemahan dan tiga mata air yakni, Curug Cigamea Satu, Curug Cigamea Dua, dan Curug Seribu, yang dapat disinggahi sebelum ke Kawah Ratu. Curug Cigamea ini tingginya kurang lebih 50 meter.

Engga jauh dari kampung Pasir Reungit bogor jawa barat, terdapat Curug Nyumput atau dalam bahasa indonesia nya Ngumpet. Susunan airnya cukup lebar dengan tinggi sekitar 20 meter. Sedangkan Curug Seribu memiliki tinggi mencapai 200 meter, dan tumpahan curug cukup besar dan menyatu, sehingga dari jarak jauh sudah terasa percikan airnya yang dingin.

Tips Pendakian Gunung Salak Via Pasir Reungit


  • Cuaca di gunung Salak tidak menentu, sepanjang tahun bisa turun kabut, oleh karenanya siapkan jas hujan kapan pun kalian mendaki gunung Salak
  • Bila kabut yang turun sangat tebal dan menutupi jarak pandang, sebaiknya jangan ragu-ragu untuk turun kembali
  • Mata air terakhir berada diantara shelter 3 gunung salak dan shelter 4 gunung salak.

Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Salak via Pasir Reungit. Bila kalian merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di media sosial kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.



Terima Kasih Salam Lestari

#tapaktilasadventure

8/16/2019

Jalur Pendakian Gunung Salak Via Cidahu

Gunung Salak
Melakukan pendakian bukanlah sebuah lifestyle yang semua orang bisa lakukan. Mendaki memang mudah dilakukan, tapi esensi dan prosesnya, engga semua orang bisa mencapainya. Ya, karena nggak semua orang bisa memahami apa yang engga boleh dan dilarang ketika mendaki. Pengetahuan yang kurang soal gunung yang akan didaki, justru akan membahayakan dirimu sendiri serta rombonganmu.

Gunung Salak memiliki banyak puncak di antaranya puncak Salak 1 dengan ketinggian 2.211 mdpl. Gunung Salak sejak jaman dahulu sudah sering dikunjungi oleh para pejiarah, dahulu terdapat patung pemujaan di puncak gunung Salak. Terdapat juga makam Embah Gunung Salak yang sering dikunjungi para pejiarah.

Kawasan mistis Gunung Salak menyimpan setidaknya 40 (empat puluh) makam para raja kuno yang berusia hingga ratusan tahun. Selain makam keramat, ada juga petilasan suci yang tersebar di berbagai titik, termasuk petilasan Prabu Siliwangi sendiri. Petilasan tersebut berada di kaki Gunung Salak. Saking keramatnya, warga setempat meyakini bahwa tidak seorang pun boleh melewati kawasan tersebut. Apalagi dengan membawa rasa angkuh dan kesombongan.

Walaupun tidak terlalu tinggi, namun jalur pendakian di gunung Salak tergolong memiliki tingkat kesusahan yang cukup berat, baik karena medannya yang curam, hutannya yang lebat atau karena kondisi jalar yang sulit untuk dilintasi. Untuk sampai di puncaknya, setidaknya ada 4 jalur pendakian yang bisa kalian pilih, berikut adalah uraian tentang masing-masing jalur pendakian di gunung Salak.

Transportasi Gunung Salak Via Cidahu

Kendaraan pribadi: Kalian dapat memilih jalur Cianjur-Sukabumi, dari kota Sukabumi, dilanjut menuju jalan Cidahu, sekitar 1 jam perjalanan.

Kereta api: dari mana pun kalian berasal, tujuan awal kita adalah statsiun Bogor, sesampainya di sana, kalian dapat menyewa angkot dengan harga Rp. 300 ribu atau lebih murah menggunakan taksi online, sekitar Rp. 150 ribu.

Basecamp dan Perizinan

Basecamp Cidahu cukup nyaman, dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti tempat parkir, tempat beristirahat dan kamar mandi. Sesampainya di basecamp, kalian harus mengurus surat izin masuk, membayar uang sejumlah Rp. 22 ribu.

Jalur Pendakian Gunung Salak Via Cidahu

Kecamatan Cidahu memiliki 2 jalur pendakian, yaitu jalur Baru untuk sampai di Kawah Ratu dan jalur Lama untuk sampai di puncak l gunung Salak.

Basecamp: Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Biaya masuk: Rp. 5.000.-
Sumber air: berupa sungai yang berada di antara pos 3 dan pos 4
Pos pendakian: 4 pos
Tujuan : Puncak l (jalur lama) gunung salak dan Kawah Ratu (jalur baru) gunung salak
Estimasi perjalanan : 3,5 untuk sampai di Kawah Ratu dan 8 jam untuk sampai dipuncak manik salak 1

Basecamp - Pintu Rimba

Selepas basecamp, tujuan awal kita adalah pintu rimba yang merupakan garis start pendakian dengan melintasi jalanan beraspal, cukup untuk pemanasan. Namun, bila melihat mobil bak terbuka, jangan malu-malu untuk meminta tebengan, lumayan untuk ngirit waktu dan tenaga. Waktu tempuh untuk menuju Pintu Rimba kurang lebih 15 menit.

Pintu Rimba - Shelter lll

Selepas pintu rimba, jalanan disambung dengan tanah setapak, track lebih menanjak dari sebelumnya, vegetasi tertutup membuat udara di perjalanan terasa lembab dan basah. Bila mendaki di musim hujan, medan akan sangat licin, kalian dapat menjadikan akar pepohonan sebagai pegangan yang cukup membantu.

Shelter 3 sendiri merupakan sebuah area yang cukup luas, memiliki pemandangan berupa hutan tropis di sekitarnya. Di sini kalian dapat menemukan sumber air, berupa aliran sungai. Waktu tempuh menuju Shelter 3 kurang lebih 60 menit.

Shelter III - shelter IV

Dari Pos/Shelter III menuju Pos/Shelter IV akan membutuhkan perjalanan kurang lebih 60 menit. Jalurnnya akan melintasi akar-akar pohon yang tertutup tanah lunak atau licin sehingga kaki bisa terpelosok. Dari tempat ini akan terlihat Kawah Ratu dengan sangat jelas.  Setelah melewati sungai kecil dan tempat yang sangat luas, pendaki berbelok ke kanan. Kemudian  berjalan ke kiri mengikuti pagar kawat berduri.

Jalur ini sangat sempit, sedikit turunan, agak landai, juga curam. Pada sisi kiri dan kanan jalan berupa jurang yang curam dan dalam. Pada jalur ini ditutupi rumput dan pohon. Satu jam melintasi jalur ini pendaki akan melintasi akar-akar pohon dan bebatuan.

Shelter V - shelter VI

Jalur shelter V sedikit menurun kemudian kembali menajak  tajam. Pendaki akan memanjat tebing batu curam. Menuju shelter VI memerlukan waktu sekitar 1 jam, jalur semakin curam dan sempit sehingga tidak ada waktu untuk beristirahat.

Shelter VI - shelter VII

Pada shelter VII pendaki perlu waktu sekitar satu jam untuk mendaki punggung gunung yang semakin menanjak. Jalur ini pendaki akan banyak melewati akar pohon sehingga bila angin bertiup pendaki akan ikut bergoyang. Dari sini hanya membutuhkan perjalanan 10 menit untuk menuju Puncak Manik Gunung Salak I, jalur ini sudah tidak terlalu curam.

Shelter VII - Puncak Manik Salak 1

Sampailah pada puncak Gunung Salak I, Puncak Gunung ini masih banyak ditumbuhi pohon-pohon besar. Tempatnya sangat luas dan dapat digunakan untuk mendirikan beberapa tenda. Di puncak ini terdapat beberapa makam kuno, diantaranya makam Embah Gunung Salak yang nama aslinya Raden K.H. Moh. Hasan Bin Raden K.H. Bahyudin Braja Kusumah. Tidak jauh dari makam Embah Gunung Salak, terdapat makam kuno yang lain, yakni makam Raden Tubagus Yusup Maulana Bin Seh Sarip Hidayatullah. Di puncak Gunung Salak I ini juga terdapat sebuah pondok yang sering digunakan oleh para penjiarah untuk menginap.

Tips Pendakian Gunung Salak Via Cidahu

  • Cuaca di gunung Salak tidak menentu, sepanjang tahun bisa turun kabut, oleh karenanya siapkan jas hujan kapan pun kalian mendaki gunung Salak
  • Bila kabut yang turun sangat tebal dan menutupi jarak pandang, sebaiknya jangan ragu-ragu untuk turun kembali
  • Sumber air terakhir berada di antara shelter 3 dan shelter 4.
Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Salak via Cimelati. Bila kalian merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di media sosial kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.


Terima Kasih Salam Lestari

#tapaktilasadventure

8/15/2019

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Via Salabintana

Gunung Gede Pangrango
Gunung Gede Pangrango TNGGP adalah salah satu kawasan hutan lindung di Jawa Barat yang cukup terkenal di kalangan para pendaki gunung. 2 Gunung ini saling bersebrangan ini memang menjadi keunikan tersendiri bagi para pendaki gunung, alasannya adalah adanya alun-alun Surya Kencana yang menjadi tempat foto untuk menikmati edelweiss.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Berada di wilayah Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Cianjur, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki tiga jalur yang dapat dijadikan sebagai pintu masuk pendakian: yakni Jalur Cibodas Cianjur, Jalur Gunung Putri di Cipanas Cianjur dan Jalur Selabintana di Sukabumi.

Peraturan yang diterapkan tergolong ketat, sebelum Kalian melakukan pendakian di sana, Kalian harus melakukan booking online terlebih dahulu, satu bulan sampai 3 hari sebelum tanggal pendakian. Jumlah pendaki pun dibatasi, hanya 600 pendaki pada setiap malamnya, 100 pendaki melalui jalur Selabintana, 200 pendaki lewat jalur Gunung Putri dan 300 di jalur Cibodas. Ditambah, setiap tahunnya, dari bulan Desember sampai bulan Maret, jalur pendakian gunung Gede Pangrango selalu ditutup.

Perlu diketahui bahwa gunung Gede dan gunung Pangrango adalah dua gunung yang berbeda. Letaknya yang sangat dekat, membuat jalur pendakian pada ke-2 gunung ini sama percis, dan sebagian orang menyebutnya dengan nama gunung Gede Pangrango.

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Lewat Selabintana

Basecamp Selabintana berada pada ketinggian 960 mdpl. Ini adalah basecamp paling rendah dibanding basecamp Cibodas dan basecamp Gunung Putri. Tidak begitu diminati oleh para pendaki. Selain akan menghabiskan waktu lebih lama, jalur ini pun dikenal  sebagai :

  • Susahnya akses kendaraan umum, serta lebih jauh.
  • Jalur pendakiannya berlumpur dan dipenuhi binatang pacet, membuat pendakian terasa lebih berat.


Namun, meskipun begitu, Selabintana merupakan tempat wisata favorit, digandrungi oleh para wisatawan Bandung dan Jakarta, baik itu anak-anak, remaja atau orang tua. Di sana, kalian bisa menikmati berbagai fasilitas wisata menarik, termasuk tempat bermain, penginapan, hotel, tempat berkemah dan air terjun.

Air terjun tersebut bernama air terjun Cibeurem, memiliki ketinggian 70 meter, percikan airnya menghasil kabut dan suasana riang. Untuk menemuinya, kalian harus melakukan perjalanan yang cukup sulit, jalanan berupa bebatuan, panjang dan licin. Namun, jalanan sulit itu setimpal dengan keindahan alam yang akan kalian saksikan saat menikmati keindahan air terjun Cibereum.

Sebelum melakukan pendakian di gunung Gede Pangrango, kalian harus melakukan booking tiket terlebih dahulu, baik itu secara online atau datang ke basecamp pendakian Cibodas. Setelah sampai di Selabintana, kalian akan diminta tiket yang telah kalian booking dan barang bawaanmu akan diperiksa, bila ketahuan membawa barang-barang yang dilarang, seperti odol, sampo, sabun dll, maka petugas akan mengambilnya.

Setelah urusan dengan pihak pengelola selesai, kalian bisa langsung melakukan pendakian atau berkemah terlebih dahulu di Selabinta. Ngecamp pun tidak akan membuatmu rugi, karena pemandangan disana akan cukup menghibur perasaan kalian.

Selepas pos pemeriksaan, kalian akan berjalan di track batu yang tertata rapih, menyusuri sebuah sungai dialiri air yang sangat alami dan jernih. Mulai memasuki hutan, kalian bisa mendengar nyanyian dari berbagai jenis burung dan melihat monyet-monyet yang bergelantungan dari dahan pohon yang satu ke dahan lainnya.

Berjalan 30 menit akan mengantarkanmu kepada menara pengamat burung. Kemudian, kalian akan sampai di pos Citingar yang berada di ketinggian 1.000 mdpl. Selanjutnya, kalian akan menyusuri track yang dipenuhi pacet, berhati-hatilah, bila perlu olesi kakimu dengan minyak cengkeh. Selain itu, track akan semakin menanjak dan licin karena jalanan berupa tanah gembur yang dilapisi dedaunan yang gugur.

Bisa dikatakan, jalur Selabintana adalah istana pacet, terdapat ratusan, bahkan ribuan pacet yang hidup di dalamnya. Sedikit saran, bila kalian sedang beristirahat, hindarilah duduk di atas pohon tumbang dan tanah lembab, karena pacet sangat suka nongkrong di ke-2 tempat tersebut. Lebih baik berdiri saja sambil melepas rasa lelah. Usahakan juga untuk memakai sepatu gunung yang menutupi mata kaki.

Kemudian kalian akan sampai dipos Citinggir Barat yang berada diketinggian 1.175 mdpl. Seterusnya, jalanan sama tidak banyak berubah masih berjalan di atas hamparan dedaunan yang licin dan basah. Sekitar 3 jam kemudian, jalur akan sedikit landai menuruni punggungan gunung, berbelok dari lintasan sebelumnya yang terkena longsor. Di lintasan baru, jalanan berupa bebatuan yang sengaja disusun dan gerombolan pacet perlahan-lahan mulai menghilang. Berikutnya, kalian akan sampai di pos Cigeber, berada pada ketinggian 1.300 mdpl.

Beranjak dari pos Cigeber, jalanan berupa tanah yang padat, hutan rimbun mulai terbuka, bila sebelumnya langit tertutup oleh kerimbunan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Sekarang, kalian mulai bisa melihat birunya langit. Pinggiran track berupa jurang yang tertutup oleh rerumputan. Kemudian sampailah kita di pos Cileutik yang berada pada ketinggian 1.500 mdpl.

Selanjutnya, dari pos Cileutik, kita turun dan bertemu dengan sebuah sungai, pada sungai tersebut terdapat air terjun pendek. Setelah menyebranginya, track kembali menanjak dan pemandangan kembali berupa hutan rimbun. Jalanan berupa tanah lembab dan lembek. Berjalan sekitar 2 jam, maka kita akan sampai di pos berikutnya.

Pos ini berupa area tanah datar yang tidak luas, dikelilingi oleh pepohonan yang memiliki berbagai macam bentuk, aneh dan unik. Mengeluarkan berbagai fantasi, tergantung orang yang mempunyai fantasi tersebut. Mirip dengan bentuk apakah pohon-pohon itu.

2 jam perjalanan dari pos tersebut kita akan sampai pada pos berikutnya, pos yang tidak terlalu luas, mungkin hanya mampu menampung 8 orang. Selepasnya, track semakin membabi buta, menanjak dan terjal, pada beberapa jalur, kita bisa menggunakan akar sebagai tempat berpegangan. Didepan, jalanan yang ditumbuhi rerumputan tinggi sedang menunggumu.

Kemudian di pos pertigaan, di sana terdapat persimpangan jalan, jalan ke arah kanan untuk menuju puncak gunung Gumuruh dan arah kiri untuk menuju Alun-Alun Surya Kencana. Tidak jauh dari persimpangan, kita sudah sampai di sebuah lapangan luas, Alun-Alun Surya Kencana dan puncak gunung Gede sudah mulai terlihat. Berjalanlah ke arah kanan, sekitar 15 menit, kalian sudah sampai di Alun-Alun Surya Kencana.

Demikian adalah pembahasan mengenai pendakian gunung Gede Pangrango lewat jalur Selabintan, Semoga bermanfaat.

Terima Kasih Salam Lestari

#tapaktilasadventure

8/14/2019

Jalur Pendakian Gunung Salak Via Cimelati

Gunung Salak
Gunung Salak

Melakukan pendakian gunung bukanlah sebuah lifestyle yang semua orang bisa lakukan. Melakukan pendakian memang mudah, tapi esensi dan prosesnya, engga semua orang bisa mencapainya. Ya, karena nggak semua orang bisa memahami apa yang engga boleh dan dilarang ketika mendaki. Pengetahuan yang kurang soal gunung yang akan didaki, justru akan membahayakan dirimu sendiri serta rombonganmu.

Gunung Salak memiliki banyak puncak di antaranya puncak Salak 1 dengan ketinggian 2.211 mdpl. Gunung Salak sejak jaman dahulu sudah sering dikunjungi oleh para pejiarah, dahulu terdapat patung pemujaan di puncak gunung Salak. Terdapat juga makam Embah Gunung Salak yang sering dikunjungi para pejiarah.

Kawasan mistis Gunung Salak menyimpan setidaknya 40 (empat puluh) makam para raja kuno yang berusia hingga ratusan tahun. Selain makam keramat, ada juga petilasan suci yang tersebar di berbagai titik, termasuk petilasan Prabu Siliwangi sendiri. Petilasan tersebut berada di kaki Gunung Salak. Saking keramatnya, warga setempat meyakini bahwa tidak seorang pun boleh melewati kawasan tersebut. Apalagi dengan membawa rasa angkuh dan kesombongan.

Walaupun tidak terlalu tinggi, namun jalur pendakian di gunung Salak tergolong memiliki tingkat keksusahan yang cukup berat, baik karena medannya yang curam, hutannya yang lebat atau karena kondisi jalur yang sulit untuk dilintasi. Untuk sampai di puncaknya, setidaknya ada 4 jalur pendakian yang bisa kalian pilih, berikut adalah uraian tentang masing-masing jalur pendakian di gunung Salak.

Jalur Pendakian Gunung Salak Via Cimelati


Basecamp: Kecamatan Cimelati, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Sumber air: Terakhir di pos 3
Pos pendakian: 6 pos
Tujuan: Puncak l
Estimasi waktu: 10 jam

Dikenal sebagai jalur yang sadis, namun para pendaki mengidolakannya. Sebab, jalur satu merupakan jalur paling pendek di antara jalur lainnya dan pemandangan alam di sepanjang jalur Cimelati sangat indah, terlebih kalian dapat menemukan 3 buah air terjun bila melakukan pendakian di musim hujan. Serta, tidak perlu khawatir dengan perbekalan air, karena hingga setengah perjalanan, kalian dapat menemukan sumber air untuk mengisi kembali perbekalan air minum.

Pendakian di mulai dengan jalur tanah yang terdapat dikanan kiri beberapa pohon Kapuk, pohon bamboo dan ain lain dengan jalur yang tidak terlalu menanjak menuju Pos 1, perlu di ketahui untuk jalur cimelati ini terdapat 6 pos yang harus di lalui sebelum menuju Puncak, dan sumber air hanya terdapat di Pos 3. waktu tempuh dari basecamp menuju pos 1 kurang lebih 90 menit

Jalur menuju Pos 2 ini terdapat banyak akar pohon yang licin, serta jalur pendakian yang banyak menguras tenaga, di tengah keheningan suasana hutan kita akan banyak menemukan suara suara burung dan beberapa binatang di tengah hutan. Waktu tempuh dari pos 1 menuju ke pos 2 kurang lebih 60 menit.

Jalur Pos 2 gunung salak menuju ke pos 3 gunung salak bisa di bilang jalurnya bertambah berat, selain kondisi fisik kita yang mulai menghabiskan tenaga, jalur pendakiannya pun lebih berat dari yang sebelumnya. untuk menuju pos 3 gunung salak waktu yang dibutuhkan 2 jam perjalanan.

Setelah tiba di pos 3 kalian bisa makan-makan, ngopi santuy sambil istirahat mengisi tenaga untuk melanjutkan  ke pos-pos berikutnya dan mengisi ulang persedian air, karena pos ini pos terakhir yang terdapat sumber air. 

Jalur dari pos 3 menuju ke pos 4 adalah jalur terkumplit, akar pohon yang licin, sedikit bebatuan untuk tumpuan dan udara yang terkadang berubah seketika , jalur menuju pos 4 adalah jalur yang terpanjang di antara pos pos lainnya, untuk itu kalian bisa memutuskan beristirahat di tengah perjalanan Pos 3 menuju Pos 4. Waktu tempuh menuju pos 4 kurang lebih 90 menit.

Jalur pos 4 menuju pos 5 tak kalah extreme jalan yang semakin terjal dan kalian pun akan merasa putus asa untuk menuju ke pos 5. waktu tempuh untuk menuju ke pos 5 kurang lebih 2 jam perjalanan.

Jalur pos 5 menuju ke pos 6 jalur pendakian pun semakin berat, kita akan banyak melewati pohon pohon tumbang dan akar yang menjuntai yang dapat kita gunakan sebagai tumpuan. Waktu tempuh untuk menuju pos 6 kurang lebih 60 menit.

Jalur pos 6 menuju ke puncak manik salak 1 jalur pendakian pun sangat rapat dan licin, Waktu tempuh untuk menuju ke puncak manik salak 1 kurang lebih 90 menit.

Tips Pendakian Gunung Salak Via Cimelati

  • Cuaca digunung Salak tidak menentu, sepanjang tahun bisa turun kabut, oleh karenanya itu perlu mempersiapkan jas hujan kapan pun kalian mendaki gunung Salak
  • Bila kabut yang turun sangat tebal dan menutupi jarak pandang, sebaiknya jangan ragu-ragu untuk turun kembali
  • Sumber air terakhir berada di antara pos 2 gunung salak dan pos 3 gunung salak
  • Disarankan untuk membangun tenda diarea camping sebelum pos 5 gunung salak, karena vegetasi di puncak sangat terbuka, angin kencang sering berhembus dipuncak gunung salak
Demikian adalah informasi tentang jalur pendakian gunung Salak via Cimelati. Bila kalian merasa bahwa tulisan ini sangat bermanfaat untuk pendaki lainnya, sebaiknya bantu saya dengan membagikan tulisan ini di media sosial kesayanganmu. Caranya dengan menekan tombol sosial media yang tersedia di bawah tulisan ini.


Terima Kasih Salam Lestari

8/13/2019

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Via Putri

Gunung Gede Pangrango
Gunung Gede Pangrango
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah salah satu kawasan hutan lindung di Jawa Barat yang lumayan terkenal di kalangan para pendaki gunung. Dua gunung yang saling bersebrangan ini memang menjadi primadona tersendiri bagi para pendaki gunung, salah satu alasannya adalah keberadaan alun-alun Surya Kencana yang menjadi spot foto terbaik untuk menikmati edelweiss.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Berada di wilayah Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Cianjur, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki tiga jalur yang dapat dijadikan sebagai pintu masuk pendakian: yakni Jalur Cibodas Cianjur, Jalur Gunung Putri di Cipanas Cianjur dan Jalur Selabintana di Sukabumi.

Peraturan yang diterapkan tergolong ketat, sebelum Kalian melakukan pendakian di sana, Kalian harus melakukan booking online terlebih dahulu, satu bulan sampai 3 hari sebelum tanggal pendakian. Jumlah pendaki pun dibatasi, hanya 600 pendaki pada setiap malamnya, 100 pendaki melalui jalur Selabintana, 200 pendaki lewat jalur Gunung Putri dan 300 di jalur Cibodas. Ditambah, setiap tahunnya, dari bulan Desember sampai bulan Maret, jalur pendakian gunung Gede Pangrango selalu ditutup.

Nah, bila kalian sedang mengidam mendaki gunung Gede atau gunung Pangrango lewat jalur Putri, maka artikel ini sangat tepat untuk kalian. Sebab, dalam artikel ini kalian akan mengetahui info jalur pendakian gunung Gede Pangrango, lengkap sampai tuntas, khususnya lewat jalur pendakian Putri.

Rute Menuju Basecamp Gunung Putri

Basecamp Gunung Putri berada di dekat basecamp Cibodas. Dia terletak di antara pasar Cipanas dan istana Cipanas. Seandainya kalian datang dari Jakarta, maka kalian bisa menggunakan bis jurusan Cianjur atau Bandung, kemudian turun di pasar, sekaligus terminal Cipanas. Lalu naiklah angkot menuju Gunung Putri.

Saya ingatkan, sebelum melakukan pendakian di gunung Pangrango, kalian harus membooking tiket masuk terlebih dahulu, secara online, dalam tenggang waktu 3 hari sampai 1 bulan sebelum tanggal pendakian. Kalian bisa membookingnya di sini.

Jalur Pendakian Gunung Pangrango Via Gunung Putri

Basecamp Gunung Putri sendiri berada pada ketinggian 1.450 mdpl. Jalur ini dikenal lebih terjal dibanding dengan jalur Cibodas, namun kalian akan menghemat waktu, jarak tempuhnya lebih sebentar, ditambah kalian bisa mengunjungi Alun-Alun Surya Kencana terlebih dahulu sebelum sampai di puncak gunung Gede dan Pangrango.

Sebelum melakukan pendakian, di basecamp, kalian akan diperiksa oleh petugas, apakah kalain membawa barang-barang terlarang, termasuk odol, sampo, sabun dll, atau tidak. Bila kedapatan membawanya, kalian harus menyerahkannya kepada petugas.

Begitupun saat hendak keluar dari taman nasional, kalian diperiksa lagi, wajib memperlihatkan sampah bekas pendakian rombonganmu. Bila kedapatan tidak membawa turun sampah. Hukumannya?, kalian harus naik lagi membawa sampah yang ditinggalkan. Berat juga, kan?. Peraturan tersebut dibuat untuk membiasakan para pendaki agar selalu membawa turun sampahnya.

Perjalanan awal berangkat dari basecamp sampai pos pertama yaitu Legok Leunca (artinya=selamat datang) memakan waktu 1 jam perjalanan. Trek awal didominasi oleh perkebunan dan sawah-sawah, jalan masih datar agak menanjak. Dari perjalanan awal pendakian ini akan nampak Gunung Putri dari kejauhan.

Pos Legok Leunca – Buntut Lutung (1 jam 30 menit)

Selanjutnya menuju pos Buntut Lutung memakan waktu 1,5 jam. Tidak seperti jalur Cibodas yang kaya akan sumber air di setiap perjalanannya. Di jalur Gunung Putri jarang ditemui sumber air. Perjalanan menuju pos Buntut Lutung semakin berat.

Pos Buntut Lutung – Lawang Sekateng (1 jam 30 menit)

Dilanjutkan menuju pos Lawang Sekateng, di jalur ini bisa dibilang jalur paling berat selama perjalanan mendaki gunung Gede Pangrango via jalur Gunung Putri. Trek yang terus menanjak dan tanpa bidang datar sekalipun. Dipenuhi bebatuan dan akar-akar pohon yang lebat.

Lawang Sekateng – Simpang Maleber (1 jam 30 menit)

Selanjutnya perjalanan masih juga berat. Trek menanjak dan kanan-kiri pepohohan rimbun khas Jawa Barat. Menuju pos Simpang Maleber membutuhkan waktu perjalanan 1,5 jam.

Pos Simpang Maleber – Alun-alun Surya Kencana Timur (1 jam)

Dari Pos Simpang Maleber sejam kemudian kita akan bertemu dengan surganya Gunung Gede Pangrango yaitu Alun-Alun Surya Kencana. Nah, di sinilah semua rasa lelah dan letih para pendaki akan terbayar lunas.

Alun-Alun Surya Kencana adalah lahan yang luas dan di tengahnya mengalir aliran sungai kecil dari puncak gunung Gede. Di sekitarnya ditumbuhi Bunga Edelweiss, dan rerumputan sepanjang mata memandang. Di tempat inilah favorit pendaki untuk mendirikan tenda dan bermalam. Untuk besok dini hari-nya summit attas mendaki puncak.

Alun-alun Surya Kencana – Puncak Gunung Gede (30 menit)

Dari alun-alun bisa dicapai dalam 30 menit sampai 45 menit kita menuju puncak gunung Gede dengan melewati jalanan terjal berbatu dan ditumbuhi Edelweis di pinggiran track. Bila cuaca sedang cerah, di puncak gunung Gede, kita bisa menyaksikan pemandangan indah berupa kawah gunung Gede, puncak Pangrango dan Surya Kencana dari atas.

Berminat mendaki Gunung Gede?

Demikian informasi jalur pendakian gunung Gede Pangrango lewat jalur Putri yang bisa disampaikan.


Terima Kasih Salam Lestari

#tapaktilasadventure

8/11/2019

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Via Cibodas

Gunung Gede Pangrango
Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah salah satu kawasan hutan lindung di Jawa Barat yang lumayan terkenal di kalangan para pendaki gunung. Dua gunung yang saling bersebrangan ini memang menjadi primadona tersendiri bagi para pendaki gunung, salah satu alasannya adalah keberadaan alun-alun Surya Kencana yang jadi spot terbaik untuk menikmati edelweiss.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Berada di wilayah Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Cianjur, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki tiga jalur yang dapat dijadikan sebagai pintu masuk pendakian: yakni Jalur Cibodas Cianjur, Jalur Gunung Putri di Cipanas Cianjur dan Jalur Selabintana di Sukabumi.

Peraturan yang diterapkan tergolong ketat, sebelum Kalian melakukan pendakian di sana, Kalian harus melakukan booking online terlebih dahulu, satu bulan sampai 3 hari sebelum tanggal pendakian. Jumlah pendaki pun dibatasi, hanya 600 pendaki pada setiap malamnya, 100 pendaki melalui jalur Selabintana, 200 pendaki lewat jalur Gunung Putri dan 300 di jalur Cibodas. Ditambah, setiap tahunnya, dari bulan Desember sampai bulan Maret, jalur pendakian gunung Gede Pangrango selalu ditutup.

Nah, bila kalian sedang mengidam mendaki gunung Gede atau gunung Pangrango lewat jalur Cibodas, maka artikel ini sangat tepat untuk kalian. Sebab, dalam artikel ini kalian akan mengetahui info jalur pendakian gunung Gede Pangrango, lengkap sampai tuntas, khususnya lewat jalur pendakian Cibodas.

Rute Perjalanan Menuju Basecamp Cibodas


Mula-mula, kita akan membahas rute perjalanan menuju basecamp Cibodas terlebih dahulu, hal ini penting, tanpa mengetahuinya, mana mungkin kita bisa melakukan pendakian ke sana. Basecamp ini berada pada ketinggian 1.425 mdpl.

Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Untuk menemukannya, kalian bisa menggunakan bis atau angkutan umum lainnya dengan jurusan Jakarta-Bandung, atau sebaliknya, bila kalian datang dari arah Bandung. Kemudian turun di pertigaan Cibodas, Lanjut dengan menggunakan kendaraan umum atau (angkot) untuk menuju Kebun Raya Cibodas. Di sana kalian bisa melihat tempat parkir luas, jajaran pedagang yang menjajalkan oleh-oleh dan makanan, dan area berkemah yang terletak di dekat kantor Taman Nasional.

Sajian suasana alam sudah mulai terasa, menenangkan dan sejuk, khas rimbunnya pohon di hutan tropis. Namun sayang, kesejukan hutan itu harus berkurang sebab keberadaan lapangan golf yang terbentang hingga arah puncak gunung Pangrango. Membuatnya terlihat gundul dan panas menyengat.


Jalur Pendakian Gunung Pangrango Lewat Jalur Cibodas


Saat di basecamp Cibodas, Kalian akan diminta agar menunjukan surat-surat perizinan mendaki dan barang bawaanmu. Bila ketahuan membawa barang-barang dilarang, seperti radio, pisau, odol, sabun, sampo dll, maka barang-barang itu harus kalian serahkan kepada petugas. Begitupun saat keluar dari taman nasional, kalian akan diperiksa lagi, mewajibkanmu memperlihatkan sampah bekas pendakian.

Pos-Pendaftaran - Telaga Biru (30 menit)

Perjalanan awal akan banyak didominasi oleh trek batu yang sudah disusun. 30 menit perjalanan awal kita akan bertemu dengan sumber air atau telaga kecil yang dinamakan “Telaga Biru“. Telaga Biru mempunyai warna airnya kebiru-biruan, efek dari tanaman gangga yang ada didasar dan pinggiran telaga. Dalam perjalanan awal pendakian ini kita akan banyak menjumpai aliran air.

Telaga Biru – Rawa Panyangcangan (20 menit)

Dari Telaga Biru lalu perjalanan dilanjutkan menuju Rawa Panyangcangan. Cukup 20 menit saja karena jaraknya dekat. Di sini ada sebuah rawa yang dinamakan “Panyangcangan”. Dan Pos Rawa Panyangcangan ini juga menjadi percabangan untuk menuju gunung Gede-Pangrango dan air terjun Cibeureum.

Selanjutnya akan melewati pos-pos yang sama dan selepas dari jalan rawa kita akan bertemu dengan jalan bebatuan dan mulai terjal, menanjak, memutar, dan melelahkan yang pasti. Mulai dari sini perlajanan naik gunung sebenarnya dimulai.

  • Rawa Denok 1 – Rawa Denok 2
  • Rawa Denok 2 – Bartu Kukus 1
  • Batu Kukus 1 – Batu Kukus 2
  • Batu Kukus 2 – Batu Kukus 3
  • Batu Kukus 3 – Pondok Pemandangan

Pondok Pemandangan – Air Panas (dari Rawa Denok 1 sampai Air Panas 2 jam 15 menit)

Setelah 2 jam-an perjalanan selepas dari Rawa Denok sampailah kita pada Air Panas. Di Pos Air Panas ini adalah sebuah jalan menembus aliran air panas dari puncak gunung Gede. Trek yang akan kita lalui sangat ekstrim dan harus sangat hati-hati karena kita akan berjalan di atas aliran air panas yang sempit dan hanya berpegangan dengan seutas tali dan di  bawah aliran tersebut adalah jurang yang curam.

Setelah melewati jalan air panas tersebut kita akan bertemu dengan shelter atau tempat istirahat dan di sana ada kolam kecil air panas, kita bisa berendam kaki di sana.

Air Panas – Kandang Batu (1 jam)

Selanjutnya perjalanan menuju Kandang Batu memakan waktu 1jam. Pos Kandang Batu merupakan tempat yang lumayan luas dan mampu menampung beberapa tenda.

Kandang Batu – Panca Weuleuh (10 menit)

Lanjut perjalanan, Dekat dari Kandang Batu kita akan bertemu dengan Air Terjun Panca Weuleuh. Aliran air kecil.


Panca Weuleuh – Kandang Badak (1 jam)

Selanjutnya 1jam perjalanan lagi kita akan sampai di Pos Kandang Badak. Nah, si pos inilah menjadi pos paling favorit para pendaki untuk mendirikan tenda dan bermalam. Di Pos Kandang Badak ini sangat berlimpah sumber air, ada tempat yang dibuat khusus seperti galon air untuk menampung air dari gunung. Di pos ini bisa menampung sampai puluhan tenda.

Kandang Badak – Puncak Gunung Gede (2 jam)

Nah, perjalanan mendaki puncak dari Kandang Badak cukup memakan waktu yang lama. Yakni 2jam perjalanan masing-masing, menuju puncak gunung Gede atau puncak gunung Pangrango. Nanti kita akan bertemu dengan percabangannya, kiri untuk puncak Gede, kanan untuk puncak Pangrango.

Dalam perjalanan menuju puncak Gede kita akan bertemu dengan jalan yang bercabang, satu jalan memutar alternatif Tanjakan Setan, satunya lagi jalan via tanjakan yang sangat ekstrim dinamakan “tanjakan Setan”. Jika ingin dua-duanya kita bisa melalui jalur pertama saat berangkat, pulangnya bisa via jalur Tanjakan Setan.

Pos Kandang Badak - Puncak Gunung Pangrango Waktu Tempuh/Jarak Tempuh (2 jam 30 menit)

untuk menuju puncak Gunung Pangrango berarti kita naik dari kandang badak, sampai di percabangan lalu pilih jalur kanan menuju puncak Pangrango, perjalanan selama 2 jam 30 menit.

Untuk menuju lembah Mandalawangi, dari puncak Pangrango, Kalian bisa mengambil track yang berada di sebelah kiri atau arah barat. Jalanannya menurun. Setibanya di sana, kalian akan disambut oleh hamparan bunga Edelweis yang sangat merona. Mandalawangi merupakan salah satu tempat dari 7 tempat hamparan bunga Edelweis dan sekaligus puncak pangrango.

Alun-Alun Surya Kencana

Bila Gunung Pangrango punya Lembah Mandalawangi dengan hamparan bunga Edelweis, Gunung Gede pun tak mau kalah, dia punya Alun-Alun Surya Kencana dengan hamparan bunga Edelweis. Sebuah tempat yang dipenuhi dengan bunga-bunga Edelweis, berlatar belakang pemandangan gunung Gemuruh, terdapat tempat luas untuk mendirikan tenda dan di sana, kamu bisa menemukan sumber air yang sangat jernih.

Berminat mendaki Gunung Gede?
Demikian informasi jalur pendakian gunung Gede Pangrango lewat jalur Cibodas yang bisa disampaikan.

Terima Kasih Salam Lestari

Jalur Pendakian

Equipment

Destinasi